Fakta Mengenai Clindamycin Untuk Jerawat

Ada banyak cara umum yang digunakan untuk menghilangkan jerawat, salah satunya adalah dengan menggunakan antibiotik. Berikut ini kami sajikan fakta mengenai clindamycin dan efektifitasnya dalam menghilangkan jerawat.

Pengertian Clindamycin

Klindamisin atau Clindamycin adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, termasuk jerawat dan radang panggul. Obat antibiotik ini tersedia dalam bentuk kapsul 150 mg dan 300 mg, salep, serta gel.

Clindamycin bekerja dengan cara memperlambat dan menghentikan perkembangbiakan bakteri. Berkat kemampuan ini, Clindamycin dapat mengatasi infeksi bakteri pada paru-paru, kulit, sistem pencernaan, sendi dan tulang, organ kelamin, serta jantung.

Clindamycin juga sering menjadi pilihan untuk menangani infeksi gigi saat antibiotik lain, seperti penisilin, tidak memberikan hasil. Meski begitu, obat ini tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi virus, seperti flu.

Merek dagang Clindamycin: Clindamycin Hydrochloride (Hcl), Daclin, Dalacin C, Clinmas, Clinika, Prolic, Probiotin, Milorin, Lindacyn, Clinidac, Clindamycin Phospate, Medi-Klin, Clindacor, Cindala.

Clindamycin salep dan gel.

Clindamycin salep dan gel cukup dioleskan sedikit pada area infeksi, misalnya pada bintik jerawat. Obat ini biasanya dioleskan 1-2 kali sehari atau sesuai rekomendasi dokter.

Cara Menggunakan Clindamycin dengan Benar.

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter saat menggunakan Clindamycin kapsul, salep, dan gel. Berikut adalah cara penggunaan Clindamycin secara umum:.

Clindamycin bentuk kapsul.

Clindamycin dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Telan kapsul obat secara utuh dengan segelas air. Setelah mengonsumsi obat, hindari berbaring setidaknya selama 10 menit.

Pastikan ada jarak yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan juga untuk mengonsumsi Clindamycin pada jam yang sama setiap harinya untuk memaksimalkan efek obat.

Habiskan Clindamycin yang diresepkan oleh dokter meskipun gejala sudah hilang atau kondisi sudah membaik. Menghentikan penggunaan Clindamycin terlalu cepat dapat menyebabkan infeksi kambuh dan bakteri menjadi kebal terhadap obat. Jika kondisi belum membaik setelah obat dihabiskan, periksakan kembali ke dokter.

Sebelum menggunakan Clindamycin dalam bentuk gel dan salep, jangan lupa untuk mencuci tangan dan area kulit yang akan diolesi obat, lalu keringkan dengan handuk bersih. Oleskan sedikit gel atau salep Clindamycin pada area yang mengalami infeksi. Hindari mengoleskannya terlalu dekat dengan mata, bibir, dan hidung, karena bisa menyebabkan sensasi terbakar.

Clindamycin salep atau gel perlu disimpan di wadah tertutup dalam suhu ruangan, dan tidak terpapar sinar matahari langsung. Jangan simpan obat ini di kulkas karena akan mengeras.

Interaksi Obat dengan Obat Lain.

Penurunan efektivitas vaksin yang mengandung kuman hidup, seperti vaksin tifoid, kolera, dan BCG .

Hubungi dokter bila efek samping tersebut tidak kunjung reda atau justru bertambah parah. Selain itu, Anda juga perlu segera ke dokter jika mengalami keluhan berikut setelah mengonsumsi Clindamycin.

Hubungan Clyndamycin dengan Jerawat

Jerawat bukanlah kondisi medis yang berbahaya, namun memiliki dampak serius secara psikologis pada beberapa individu, seperti penurunan kepercayaan diri, frustrasi, depresi, dan menarik diri dari kehidupan sosial. jerawat bisa muncul di wajah, dada, leher, punggung, dan bagian tubuh lainnya. Beragam pengobatan bisa Anda lakukan guna menghilangkan jerawat ,salah satunya dengan menggunakan antibiotik untuk jerawat.

Jerawat timbul karena folikel rambut menjadi tersumbat dan meradang. Dan umumnya, kaum wanita yang lebih rentan berjerawat dibanding dengan kaum pria. Terdapat empat faktor utama yang menyebabkan munculnya jerawat ,yaitu produksi minyak berlebih, folikel rambut yang tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati, peningkatan aktivitas hormon, serta karena bakteri.

Berjerawat atau tidak, secara normal memang terdapat bakteri pada permukaan kulit manusia. Namun pada kondisi tertentu, jumlah bakteri di kulit bisa meningkat secara tiba-tiba, terutama pada remaja yang sedang memasuki masa puber, dan wanita yang memasuki siklus menstruasi atau sedang hamil.

Meningkatnya jumlah bakteri pada folikel rambut terutama di bagian wajah, leher, dada, dan punggung, akan membuat tubuh memproduksi sel-sel untuk melawan infeksi. Kondisi ini akhirnya menyebabkan terjadinya proses peradangan berupa iritasi dan kemerahan pada kulit yang memicu munculnya jerawat .Folikel rambut yang tersumbat bakteri pada akhirnya akan pecah dan menyebabkan peradangan semakin menyebar ke jaringan di sekitarnya.

Penggunaan Antibiotik untuk jerawat

Antibiotik kerap digunakan untuk mengobati jerawat yang disebabkan oleh bakteri. Penggunaan antibiotik mampu memperbaiki penampilan kulit berjerawat , dengan membunuh bakteri penyebab timbulnya jerawat .

Meski demikian, tidak semua jenis jerawat perlu diobati menggunakan antibiotik. Pengobatan jerawat tergantung dari usia, tingkat keparahan jerawat ,dan riwayat pengobatan jerawat sebelumnya. Dokter umumnya menyarankan penggunaan antibiotik untuk mengatasi jerawat yang mungkin dapat meninggalkan bekas, atau jerawat yang tergolong parah.

Antibiotik untuk jerawat ada yang berbentuk oles (topikal) dan ada juga yang langsung diminum (oral). Antibiotik topikal membunuh bakteri yang ada pada kulit Anda, tepatnya di area yang dioleskan antibiotik. Sedangkan antibiotik oral membunuh bakteri dalam pori-pori kulit secara keseluruhan.

Ini adalah salah satu antibiotik untuk jerawat yang termasuk ke dalam golongan linkosamid. Clindamycin yang dipakai untuk mengatasi jerawat umumnya adalah berbentuk topikal atau oles, meski tersedia pula dalam bentuk obat minum.

Doxycycline merupakan antibiotik oral golongan tetracycline yang bekerja menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Bekerja optimal jika diminum pada waktu perut kosong, yakni satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan bagi penderita sakit maag.

Penggunaan antibiotik untuk jerawat harus berdasarkan anjuran dan resep dokter. Karena dokter perlu menilai kondisi jerawat dan kebutuhan penggunaan antibiotik untuk jerawat .Selain itu, bagi ibu hamil hendaknya berhati-hati, sebab, sebagian antibiotik dapat mengganggu kehamilan dan janin, sehingga perlu dihindari.

Menggunakan antibiotik untuk jerawat tidak boleh sembarangan, karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat bisa meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Penggunaan antibiotik untuk jerawat mungkin akan digabungkan dengan obat oles yang mengandung retinoid atau benzoyl peroxide untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan menurunkan risiko terjadinya resistensi antibiotik.

Untuk membantu mengatasi jerawat, Anda perlu memerhatikan dan merawat kebersihan kulit dengan lebih baik. Berikut ini, beberapa tips yang perlu Anda perhatikan dalam merawat kulit berjerawat.:

  • Bersihkan kulit menggunakan sabun yang lembut, dengan formulasi yang ringan. Hindari sabun yang banyak mengandung wewangian dan bersifat antiseptik karena dapat membuat kulit lebih kering, bahkan iritasi pada kulit yang sensitif.
  • Hindari melakukan scrubbing atau menggosok kulit berlebihan saat membersihkan kulit dengan jerawat aktif.
  • Gunakan produk untuk kulit yang telah diuji secara dermatologis (dermatologically tested) dan bersifat non-komedogenik, sehingga aman dan tidak menyumbat pori-pori kulit.
  • Hindari menggaruk, menggesek, atau memecahkan jerawat sendiri, karena dapat menyebabkan infeksi dan menimbulkan bekas.
  • Hindari menyentuh kulit wajah dengan tangan, dan rutinlah mencuci tangan.
  • Rutin membersihkan rambut dengan sampo, terutama jika rambut Anda berminyak.
  • Bersihkan wajah sebelum tidur, terutama jika menggunakan make up.

Lakukan langkah-langkah di atas untuk membantu pengobatan jerawat yang diberikan oleh dokter, termasuk antibiotik untuk jerawat.

Untuk hasil terbaik, konsultasikan dengan dokter kulit, agar efektif dan dapat menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

Bagaimana cara kerjanya dan apa efek sampingnya?

Clindamicyn adalah antibiotik paling umum dan ampuh yang bisa menangani jerawat parah sekalipun. Clindamicyn adalah antibiotik yang bekerja dengan cara membunuh bakteri penyebab jerawat .Selain memiliki fungsi anti-bakteri, clindamicyn juga memiliki fungsi anti-jamur, menjadikan antibiotik ini nggak hanya cocok untuk menangani jerawat hormonal, tetapi juga bruntusan kecil-kecil yang disebabkan oleh jamur.

Oral.

Clindamicyn versi obat minum biasanya diresepkan dokter selama kurun waktu dua minggu sampai dua bulan , tergantung seberapa parah jenis jerawat nya.Jenis yang diresepkan biasanya adalah doxycycline dengan dosis dua kapsul per hari.

untuk yang bermasalah dengan jerawat hormonal yang besar dan perih, doxycycline bisa membantu mengurangi peradangannya. Biasanya, pasien jerawat mengonsumsi doxycycline juga dibarengi dengan penggunaan skincare yang mengontrol minyak seperti BHA dan merangsang sel kulit baru seperti tretinoin.

Topikal.

Di beberapa kasus, clindamicyn nggak hanya dikonsumsi secara oral namun juga secara topikal. Berbeda dengan doxycycline yang harus dibeli melalui resep dokter, topikal doxycycline (Mediklin contohnya) bisa kamu dapatkan di apotek dengan harga sekitar Rp30 – 4o ribu, namun tetap harus dipakai sesuai timeline.

Sama seperti obat minumnya, clindamicyn topikal dipakai sekitar dua hari sekali dan harus dibarengi dengan sunscreen plus pelembap yang memadai karena efek sampingnya bisa membuat kulit menjadi kering. Selain membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari, clindamicyn juga kadang bisa memicu iritasi di kulit sensitif, mulai dari kemerahan atau perih, karena itu penting untuk mencocokkan dosis dengan kondisi kulit. Produk yang paling umum dipakai adalah Mediklin dengan konsentrasi 1,2% clindamicyn phosphate.

Berikut ini adalah pengalaman pengguna clyndamycin yang kami sarikan dari sebuah blog.

4 tahun yang lalu sempet ada jerawat batu yg super gede dan itu pas ada acara dirumah…mau ke dokter kulit, kok ya dokternya pas libur..akhirnya ke apotek, tanya mbak apoteknya jerawat kayak gini dikasih apa, akhirnya disaranin sm mbaknya buat minum clyndamycin dan mediklin untuk topikalnya…clyndamicin aku minum 2x sehari selama 3hari, alhamdulillaah bener2 ampuh buat ngempesin dan ngilangin jerawat batu yg hampir merata diseluruh wajah (first time ngalamin kayak gini)..

oh ya, aku udah gak asing sih dengan Clindamycin ini karna almarhum ibuku dulu slalu minum ini ketika ada luka (ibuku pengidap diabetes) dan slalu diresepkan ini sama dokternya buat ngempesin dan ngeringin lukanya.

Obat Clindamycin adalah antibiotik untuk mengobati berbagai infeksi akibat bakteri. Fungsi Clindamycin adalah untuk mengobati infeksi di paru-paru, sendi dan tulang, kulit, darah, organ reproduksi wanita , serta infeksi pada organ-organ dalam lainnya.

Clindamycin adalah obat yang sering digunakan untuk mengobati jerawat dan membantu menghilangkan bekas jerawat. Obat ini juga kadang-kadang dikombinasikan dengan obat lain untuk mengobati anthrax dan malaria toksoplasmosis , ketika berbagai obat lain tidak dapat mengatasi kondisi tersebut.

Dalam beberapa kasus, Clindamycin adalah pilihan yang juga dapat digunakan untuk mencegah endokarditis (infeksi katup jantung) pada orang-orang yang berisiko tinggi terkena infeksi tersebut karena efek samping dari prosedur gigi tertentu.

Clindamycin adalah obat yang tergolong dalam kelas antibiotik lincomycin. Cara kerja obat Clindamycin adalah menghentikan pertumbuhan bakteri dan mencegah penyebarannya agar tidak pindah ke bagian tubuh lainnya.

Antibiotik ini tidak akan berpengaruh pada infeksi virus seperti demam dan influenza.

Konsumsi Clindamycin yang tidak diperlukan adalah hal yang berisiko dan menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi di kemudian hari. Clindamycin adalah antibiotik yang harus digunakan sesuai dengan arahan dari dokter Anda.

Bagaimana cara penggunaan obat Clindamycin ?

Penggunaan Clindamycin harus sesuai dengan resep dokter. Ikuti semua petunjuk pemakaian yang tertera pada label kemasan atau resep. Jangan gunakan obat ini terlalu banyak atau sedikit dan lebih lama atau sebentar dari yang disarankan.

Minum kapsul dengan segelas air putih agar tidak terjadi iritasi tenggorokan.

Pastikan dosis obat yang Anda minum tepat. Kalau Anda diberikan sediaan cair (sirup), minum dengan sendok takar, bukan dengan sendok biasa di rumah.

Clindamycin adalah obat yang kadang-kadang dapat diberikan melalui suntikan ke otot atau pembuluh darah melalui infus. Anda mungkin ditunjukkan bagaimana cara menggunakan alat suntik di rumah.

Jangan suntik obat ini sendiri jika tidak mengerti cara menyuntik dan membuang jarum, selang infus, dan benda lain untuk menyuntikkan obat dengan benar.

Gunakan jarum sekali pakai hanya satu kali. Patuhi hukum negara atau setempat tentang cara membuang jarum dan alat suntik bekas.

Gunakan tempat pembuangan yang tahan tusukan (tanyakan apoteker di mana mendapatkannya dan bagaimana cara membuangnya). Jaga dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Untuk memastikan bahwa obat ini tidak berbahaya, Anda mungkin membutuhkan tes medis berulang kali selama pengobatan.

Clindamycin adalah obat yang harus dihabiskan, atau diminum hingga waktu yang ditentukan sesuai anjuran.

Melewati dosis mungkin juga meningkatkan risiko infeksi yang kebal terhadap antibiotik. Clindamycin adalah obat yang kurang tepat digunakan untuk mengobati infeksi virus macam flu atau pilek.

Bagaimana cara penyimpanan obat Clindamycin ?

Clindamycin adalah salah satu obat yang harus disimpan pada suhu ruangan. Jauhkan obat ini dari paparan sinar matahari langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Dosis.

Berapa dosis Clindamycin untuk orang dewasa? Berikut adalah dosis Clindamycin melalui oral (diminum):.

  • Infeksi serius: 150-300 mg setiap 6 jam.

Berikut adalah dosis Clindamycin melalui suntikan:

  • Infeksi serius: 600-1.200 mg melalui infus/ suntikan per hari, dosis terbagi menjadi 2-4 sama rata.
  • Infeksi parah: 1.200-2.700 mg melalui infus/ suntikan per hari, dosis terbagi menjadi 2-4 sama rata.

Bagaimana dosis Clindamycin untuk anak-anak?

  • Dosis Clindamycin untuk infeksi biasa adalah 8-12 mg/kg per hari, dosis terbagi menjadi 3-4 sama rata.
  • Dosis Clindamycin untuk infeksi parah adalah 13-16 mg/kg per hari, dosis terbagi menjadi 3-4 sama rata.
  • Dosis Clindamycin untuk infeksi lebih parah adalah 17-25 mg/kg per hari, dosis terbagi menjadi 3-4 sama rata.

Berikut adalah dosis Clindamycin melalui injeksi (suntik) untuk anak-anak:.

  • Sampai usia 1 bulan: 15-20 mg/ kg melalui suntikan infus per hari, dosis terbagi menjadi 3-4 sama rata dosis lebih rendah mungkin cukup bagi bayi baru lahir yang prematur dan kecil.
  • Usia 1 bulan-16 tahun: Dosis sesuai berat badan: 20-40 mg/kg melalui infus atau suntikan per hari, dosis terbagi menjadi 3-4 sama rata. Dosis lebih tinggi berguna untuk infeksi yang lebih parah.

Berikut adalah dosis Clindamycin melalui topikal (krim atau salep) untuk anak-anak:.

  • Infeksi serius: 350 mg/m2 melalui suntikan IV atau suntikan IM per hari.
  • Infeksi parah: 450 mg/m2 melalui infus IV atau suntikan IM per hari.

Berikut adalah dosis Clindamycin untuk pengobatan lainnya pada anak-anak:.

  • Clindamycin untuk infeksi serius adalah 8-16 mg/kg per hari, dosis terbagi menjadi 3-4 sama rata.

Mungkin ada beberapa dosis clindamycyin yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda ragu dengan dosis obat ini, maka silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut. Dokter mungkin akan memberikan dosis obat yang seseuai dengan kondisi Anda.

Reaksi alergi parah seperti bengkak pada wajah atau lidah, mata terasa terbakar, sakit pada kulit, diikuti dengan ruam merah atau ungu yang menyebar (terutama ke wajah atau tubuh bagian atas) dan kulit melepuh dan mengelupas.

Efek samping Clindamycin mungkin berbeda-beda pada setiap pasien. Jadi, tidak semua orang mengalami efek samping Clindamycin tersebut.

Mungkin ada beberapa efek samping Clindamycin yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping Clindamycin tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan.

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat Clindamycin ?

Sebelum menggunakan obat Clindamycin ,penting bagi Anda untuk mempertimbangkan segala manfaat dan risiko dari obat ini. Pasalnya, obat Clindamycin tidak boleh digunakan sembarangan. Beberapa hal yang penting untuk Anda ketahui sebelum menggunakan obat Clindamycin adalah:.

Alergi.

Beri tahu dokter kalau Anda pernah mengalami reaksi alergi atau gejala tidak biasa dari penggunaan obat ini atau obat-obatan lainnya. Juga beritahu petugas kesehatan profesional jika Anda mempunyai jenis alergi lain, misalnya makanan, pewarna, pengawet, atau hewan. untuk obat tanpa resep, baca label atau bungkus obat dengan hati-hati.

Anak-anak.

Penelitian tentang obat ini hanya dilakukan pada orang dewasa. Keamanan Clindamycin untuk anak-anak berusia di bawah 12 tahun adalah hal yang belum dibuktikan secara klinis.

Lanjut usia.

Aman atau tidaknya Clindamycin apabila dikonsumsi lansia adalah hal yang belum bisa dipastikan.

Walaupun belum ada informasi khusus yang membandingkan manfaat obat ini bagi orang lanjut usia dengan kelompok usia lainnya, obat ini diharapkan tidak menyebabkan efek samping yang berbeda bagi orang lanjut usia maupun bagi orang muda.

Mungkin ada hal-hal lain yang tidak disebutkan di atas. Jika ada pertanyaan lain, maka silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Apakah obat Clindamycin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat, yang setara dengan Badan POM di Indonesia. N = Tidak diketahui.

Tidak diketahui apakah obat ini dapat diserap ASI atau dapat membahayakan bayi. Jangan gunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter jika Anda sedang menyusui.

Obat-obatan apa saja yang dapat berinteraksi dengan Clindamycin ?

Walaupun beberapa jenis obat tidak bisa diminum secara bersamaan, ada juga kasus di mana obat bisa diminum serentak jika ada interaksi. Dalam kasus ini, dokter mungkin mengubah dosis, atau mungkin perlu melakukan beberapa pencegahan.

Penggunaan Clindamycin dengan obat-obatan lain adlah hal yang tidak disarankan. Dokter mungkin memutuskan untuk tidak mengobati Anda dengan obat-obatan di bawah ini atau mengubah beberapa obat lainnya yang Anda gunakan.

Amifampridine.

Menggunakan obat ini bersamaan dengan obat-obatan lain di bawah ini biasanya tidak disarankan, tapi mungkin diperlukan dalam beberapa kasus. Jika kedua obat diresepkan serentak, dokter mungkin akan mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan satu atau kedua obat.

Erythromycin.

Menggunakan obat ini bersamaan dengan obat-obatan lain mungkin meningkatkan risiko efek samping tertentu, tapi menggunakan kedua obat mungkin menjadi pengobatan terbaik untuk Anda. Jika kedua obat diresepkan bersamaan, dokter mungkin akan mengubah dosis dan menentukan seberapa sering Anda minum obat tersebut.

Tubocurarine.

Mungkin ada beberapa obat-obatan yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda ragu akan interaksi obat ini dengan obat lainnya yang sedang Anda konsumsi, maka silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut. Dokter mungkin akan meresepkan obat lain yang sesuai dengan kondisi Anda.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan obat Clindamycin ?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Merokok atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.

Apakah ada penyakit yang dapat berinteraksi dengan obat Clindamycin ?

Meningitis. Mungkin ada beberapa kondisi kesehatan yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda ragu dengan kondisi kesehatan Anda, maka jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Kejang. Mungkin ada beberapa tanda dan gejala overdosis obat yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda ragu terkait hal tersebut, silakan berkonsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Clindamycin adalah obat yang dosisnya tidak boleh digandakan.

Memiliki jenis kulit yang rentan bejerawat memang membuat Anda harus lebih berhati-hati dalam memilih produk perawatan kulit. Salah satunya adalah menggunakan produk-produk yang mengandung Clindamycin untuk jerawat .

Clindamycin adalah salah satu bahan anti jerawat yang banyak disarankan oleh para dermatologis. Manfaat Clindamycin bertindak sebagai antibiotik yang menghentikan perkembangan bakteri penyebab jerawat .

1. Cuci wajah berjerawat .

Setelah mencuci atau mencukur wajah, sebaiknya tunggu 30 menit sebelum menerapkan obat ini. Alkohol di dalamnya dapat mengiritasi kulit yang baru dicuci atau dicukur.

2. Hindari api saat pakai Clindamycin toner.

Clindamycin toner mengandung alkohol dan mudah terbakar. Jangan gunakan dekat panas, dekat api terbuka, atau saat merokok.

3 Batasi pemakaian Clindamycin.

Penting bahwa Anda tidak menggunakan obat Clindamycin untuk jerawat lebih sering daripada yang disarankan dokter Anda. Ini dapat menyebabkan kulit Anda menjadi terlalu kering atau teriritasi.

Sebagai tambahan informasi, obat Clindamycin sendiri biasa dikemas dalam bentuk kapsul maupun gel topikal. Kendati demikian, ternyata penggunaan Clindamycin ini tidak boleh sembarangan dan harus di bawah pengawasan dokter.

Clindamycin sendiri ternyata menghentikan proses perkembangbiakan bakteri pada kulit, tidak heran jika kulit menjadi lebih steril.

Kendati demikian, ternyata penggunaan obat Clindamycin juga menimbulkan sejumlah efek samping di antaranya sakit perut, mual, muntah, diare, dan gatal-gatal.

Selain itu, Clindamycin juga tidak boleh digunakan atau dikonsumsi secara bersamaan dengan erythromycin karena kedua kombinasi kedua obat tersebut justru membuat kedua obat menjadi kurang efektif.

Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk mengonsultasikan terlebih dulu kepada dokter ahli untuk mengonsumsi Clindamycin secara aman dan tepat. Clindamycin adalah golongan obat antibiotik, penggunaan obat ini harus dengan resep dan harus selalu berada dalam pengawasan dokter.

Dosis obat Clindamycin akan berbeda untuk pasien yang berbeda. Ikuti perintah dokter Anda atau petunjuk pada label. Informasi berikut hanya mencakup dosis rata-rata obat Clindamycin .Jika dosis Anda berbeda, jangan mengubahnya kecuali dokter Anda menyuruh melakukannya.

Jumlah obat Clindamycin yang Anda ambil tergantung pada kekuatan obat. Jumlah dosis Clindamycin yang Anda ambil setiap hari, waktu yang diizinkan antara dosis, dan lamanya waktu meminum obat tergantung pada masalah medis di mana Anda menggunakan obat.

Bentuk sediaan topikal (busa) untuk jerawat :.

  • Orang dewasa dan anak-anak usia 12 tahun ke atas — Terapkan sekali sehari ke area yang terkena jerawat .
  • Bayi dan anak-anak hingga usia 12 tahun — Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter Anda.

Bentuk sediaan topikal (gel, larutan, dan suspensi) untuk jerawat :.

  • Orang dewasa dan anak-anak usia 12 tahun ke atas — Lakukan dua kali sehari ke area yang terkena jerawat .

Cara menghilangkan jerawat selanjutnya adalah mengonsumsi antibiotik oral ini. Bernama Clindamycin atau klindamisin, obat ini dapat digunakan untuk mengatasi masalah jerawat.

Clindamycin adalah antibiotik golongan linkosamid yang berfungsi mengobati infeksi bakteri pada hampir seluruh organ seperti gigi, kulit, saluran kencing, sendi, tulang, dan lain-lain. Beberapa dokter kecantikan menggunakan antibiotik ini sebagai campuran pada krim jerawat atau bisa juga diminum langsung.

Antibiotik ini bermanfaat untuk meredakan infeksi pada jerawat dan membunuh bakteri penyebab jerawat (P. acnes). Tidak hanya jerawat yang meradang, jerawat biasa dan komedo pun dapat teratasi oleh antibiotik ini. Sifat antiinflamasi yang terkandung di dalamnya membantu mengurangi kemerahan pada kulit yang meradang.

Clindamycin atau klindamisin adalah salah satu antibiotik oral yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah jerawat.

Clindamycin adalah antibiotik golongan linkosamid yang berfungsi mengobati infeksi bakteri pada hampir seluruh organ seperti gigi, kulit, saluran kencing, sendi, tulang, dll.

Beberapa dokter bahkan menggunakan antibiotik ini untuk campuran pada krim jerawat atau diminum secara langsung karena antibiotik ini bermanfaat untuk meredakan infeksi pada jerawat dan membunuh bakteri penyebab jerawat (P.acnes).

Baik jerawat biasa dan jerawat meradang bahkan komedo dapat teratasi dengan antibiotik ini. Sifat antiinflamasinya membantu mengurangi kemerahan pada kulit yang meradang.

Meskipun kamu sudah mengkonsumsi antibiotik ini, namun kamu juga harus tetap menjaga kebersihan kulit dan mencegah tersumbatnya folikel rambut yang dapat menjadi pemicu munculnya jerawat .untuk mencegah efek samping yang merugikan, mengkonsumsi Clindamycin harus dengan resep atau petunjuk dokter yang dosisnya sudah disesuaikan dengan kondisi kamu.

Clindamycin adalah resep antibiotik. Ini digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri di paru-paru, kulit, darah dan organ dalam. Ia tidak dapat mengobati infeksi virus seperti flu atau flu.

Ini paling sering digunakan untuk infeksi kulit, kata Dr. Stephen Neabore, seorang dokter perawatan primer di Barnard Medical Center di Washington, D.C.

Klindamisin dapat diambil melalui mulut sebagai kapsul atau cairan; Dengan suntikan; Topikal pada kulit sebagai krim, gel, atau busa; Atau vaginally sebagai krim atau supositoria, kata Ken Sternfeld, seorang apoteker yang berbasis di New York.

“Clindamycin adalah antibiotik spektrum luas yang menangani sejumlah penyakit. Ini juga merupakan premedikasi untuk perawatan lain yang diketahui menyebabkan penyakit,” kata Sternfeld. “Ini terapi antibiotik profilaksis yang Anda lakukan sebelum Anda menjalani pengobatan lain.”.

Terkadang bisa menjadi alternatif obat-obatan yang penderita alergi. “Jika Anda alergi terhadap penisilin Anda mungkin tidak alergi terhadap klindamisin dan sebaliknya,” kata Sternfeld.

Clindamycin untuk infeksi vagina.

Clindamycin dapat digunakan untuk mengobati infeksi bakteri vagina. Meskipun dengan sendirinya tidak efektif dalam mengobati infeksi ragi, sebuah studi tahun 2015 mengenai Penyakit Menular BMV menunjukkan bahwa, dikombinasikan dengan probiotik yang diberikan secara vaginal, ini bisa membantu.

Wanita dengan vaginosis bakteri dan infeksi ragi diberi kursus klindamisin oral, gel metronidazol vagina dan probiotik yang diberikan per vaginam. Pasangan mereka juga diberi kursus klindamisin. “Angka kesembuhannya adalah 74,6 persen setelah 6 bulan, 65,1 persen setelah 12 bulan dan 55,6 persen setelah 24 bulan,” menurut penelitian tersebut.

Selain rute oral, klindamisin bisa diresepkan sebagai krim yang dioleskan di dalam vagina atau bisa juga terjadi sebagai supositoria yang ditempatkan di dalam vagina. Jika itu krim, seharusnya tidak digunakan pada bagian tubuh lainnya. National Institutes of Health menekankan bahwa pasien harus menyelesaikan resep klindamisin, bahkan jika gejala berhenti. Jika tidak, infeksi mungkin tidak sepenuhnya diobati dan mungkin tidak dapat diobati dengan antibiotik.

Sebagai supositoria vagina, klindamisin biasanya diminum sekali sehari selama tiga hari. Sebagai krim, biasanya dioleskan sekali sehari selama tiga atau tujuh hari. Dosis harus diambil pada waktu yang sama setiap hari.

Selain efek samping klindamisin yang biasa, mereka yang menggunakannya untuk infeksi vagina mungkin mengalami keputihan, keputihan dan vagina yang putih, gatal, bengkak atau nyeri.

Clindamycin untuk jerawat.

Menurut NIH, klindamisin, bila diresepkan untuk jerawat ,dapat dikonsumsi secara oral atau dioleskan secara topikal sebagai krim, gel fosfat, lotion, pad atau busa. Clindamycin tidak bisa menyembuhkan jerawat ,tapi bisa membantu mengendalikannya. untuk alasan ini, penting bagi pasien untuk terus mengkonsumsi klindamisin bahkan jika jerawat mereka tampak membaik, dan memakannya selama diarahkan.

Sebelum menggunakan klindamisin untuk jerawat ,pasien harus benar-benar mencuci daerah yang terinfeksi dengan sabun dan tepuk kering. Tunggu 30 menit setelah bercukur untuk menerapkan klindamisin topikal. Obat itu harus dioleskan ke seluruh area yang terinfeksi jerawat ,bukan untuk jerawat individu. Saat menggunakan klindamisin, pasien sebaiknya tidak mencuci muka atau area terinfeksi lainnya lebih dari dua atau tiga kali per hari.

Mereka yang menggunakan bentuk busa Clindamycin harus berhati-hati untuk tidak mendekatinya di bibir, mata atau hidung karena mengandung alkohol yang menyengat. Busa juga mudah terbakar, jadi kehati-hatian harus dilakukan.

Selain efek samping lainnya, mereka yang memakai klindamisin untuk jerawat mungkin mengalami kulit kering, mengelupas, gatal, terbakar, merah, atau berminyak. Mereka mungkin juga mengalami jerawat atau noda baru.

Clindamycin untuk toxoplasmosis.

Toksoplasmosis, infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii, kadang-kadang ditangani oleh klindamisin jika pasien tidak dapat mengkonsumsi sulfadizin atau obat sulfa lainnya. Dalam kasus ini, klindamisin diminum secara oral selama tiga sampai enam minggu, tergantung pada resepnya.

Clindamycin dan infeksi stafilokokus.

Clindamycin telah lama menjadi pengobatan yang populer untuk infeksi Staph, namun sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Laboratorium JMI dan ditulis oleh American Society for Microbiology telah menunjukkan bahwa Staphylococcus aureus semakin resisten terhadapnya dan obat-obatan lainnya. “Jika bakteri resisten, antibiotik tidak akan bekerja atau tidak bekerja dengan baik,” kata Neabore. “Jadi jika Anda meresepkannya dan itu tidak melakukan apa-apa, itu salah diagnosisnya salah atau ada perlawanan. Jika tidak ada yang terjadi, pergilah ke dokter. Kami suka mengambil sampel kultur dan Anda bisa mengetesnya untuk mengetahui antibiotik mana yang akan bekerja. Atau tidak bekerja. ”.

Efek samping dan peringatan.

  • Mudah memar atau bintik-bintik merah atau ungu di bawah kulit.
  • Bengkak wajah.
  • Tidak ada reaksi yang diketahui antara alkohol atau makanan tertentu dan klindamisin, jadi diet normal dapat dilanjutkan kecuali jika dokter mengatakan sebaliknya.

Clindamycin untuk anjing dan kucing.

Dokter hewan terkadang meresepkan klindamisin untuk anjing dan kucing. Ini disetujui FDA untuk anjing dan kucing (bukan kelinci atau hewan pengerat lainnya) dan tersedia dalam bentuk cairan kapsul dan oral. Seperti disebutkan di atas, ini bisa digunakan untuk mengobati toxoplasmosis. Ini juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit protozoa lainnya, serta infeksi bakteri, luka, abses, infeksi gigi, dan osteomielitis pada anjing.

indamycintermasuk golongan obat antibiotik yang biasa digunakan untuk infeksi bakteri anaerob (bakteri yang bisa hidup tanpa oksigen). Clindamycin termasuk dalam kategori B yang menunjukkan pada hewan penelitian tidak ada risiko pada janin.

Clindamycin digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri. Clindamycin bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri. Clindamycin hanya untuk mengatasi infeksi bakteri dan bukan untuk infeksi virus (virus influenza, dll).

Penggunaan yang tidak perlu dapat menyebabkan efektivitasnya menurun (resistensi). Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makan terlebih dahulu.

Kesimpulan

Kesimpulannya, meskipun studi membuktikan adanya antibiotic resistance yang muncul akibat penggunaan antibiotik jangka panjang, sejauh ini clindamicyn masih dianggap sebagai salah satu cara terampuh untuk menangani jerawat.

Dibarengi dengan powerful ingredients lainnya untuk jerawat seperti salicylic acid dan tretinoin, bahkan kasus jerawat hormonal yang super parah pun bisa membaik. Tindakan apapun yang akan Anda lakukan untuk jerawat Anda, lebih baik konsultasikan dulu ke dokter terdekat di tempat Anda.